Menu
Informasi tentang Kesehatan

Rambut Rontok setelah Melahirkan | Guesehat

  • Bagikan

Sudah tiga bulan sejak si Kecil lahir dan Mums mulai merasa tubuh sudah kembali seperti sebelumnya. Mums mulai bisa menjalani aktivitas dengan normal, dan si Kecil sudah bisa tidur dalam waktu yang lama di malam hari. Tapi kok rambut Mums rontok ya? Apa penyebab rambut rontok setelah melahirkan?

 

Dengan adanya perubahan fisik dan emosional yang terjadi saat dan setelah hamil, bisa saja kalau rambut Mums rontok. Rambut rontok setelah melahirkan cukup umum dan bukan suatu kondisi yang permanen. Jadi, Mums tidak perlu khawatir, ya!

 

Baca juga: Parental Burnout, Masalah yang Suka Tidak Disadari Orang Tua

 

Penyebab Rambut Rontok setelah Melahirkan

Rambut rontok yang normal per hari adalah 50-100 helai. Fase rambut rontok ini biasanya disebut fase exogen atau fase istirahat. Di fase ini, rambut berhenti tumbuh dan istirahat, kemudian rontok supaya rambut baru bisa tumbuh.

 

Di masa postpartum, siklus kerontokan rambut kembali normal. Namun, Mums seringkali merasa rambut yang rontok lebih banyak dari biasanya karena saat hamil, rambut yang rontok berkurang.

 

Menurut ahli, rambut rontok setelah melahirkan tidak berhubungan dengan kehamilan, melainkan karena dampak stres pada tubuh setelah melahirkan bayi.

 

Rambut biasanya mulai rontok sekitar tiga bulan pasca melahirkan. Tepat setelah melahirkan, rambut masih stabil. Namun, tiga atau empat bulan setelahnya, ditambah dengan stres tubuh akibat kurang tidur dan kelelahan setelah kehadiran si Kecil, Mums mulai mengalami rambut rontok.

 

Tapi Mums tidak perlu khawatir, rambut yang rontok akan tumbuh lagi. Jadi, selain karena perubahan hormonal, rambut rontok juga disebabkan oleh efek samping stres pada tubuh pasca melahirkan, serta faktor psikologis.

 

Penelitian tentang penyebab rambut rontok setelah melahirkan masih sangat sedikit. Berdasarkan penelitian yang terbatas, rambut rontok setelah melahirkan bisa disebabkan oleh peningkatan progesteron, peningkatan asupan zat besi, hingga kekurangan nutrisi. 

 

Menyusui juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab rambut rontok setelah melahirkan. Pasalnya, menyusui bisa membuat tubuh kelelahan. Menyusui juga memengaruhi keseimbangan hormon dan nutrisi, sehingga bisa menyebabkan rambut rontok. 

 

Baca juga: Cara Mendisiplinkan Anak dengan Metode Time-Out atau Time-In

 

Cara Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Sebaiknya Mums mencegah terjadinya iritasi dan inflamasi di kulit kepala di waktu ini. Hindari produk perawatan rambut yang mengandung bahan-bahan seperti sulfat, paraben, dan zat kimia keras lainnya. Pasalnya, bahan-bahan tersebut bisa menyebabkan inflamasi di kulit kepala, sehingga semakin menyebabkan rambut rontok.

 

Gunakan shampoo, conditioner, dan masker rambut yang kaya vitamin serta protein. Cobalah mencari produk yang mengandung bahan-bahan seperti keratin dan kolagen, yang bisa membantu meningkatkan kesehatan rambut.

 

Kafein juga termasuk bahan yang baik untuk menstimulasi aliran darah. Kafein sudah sering digunakan sebagai campuran bahan perawatan kulit maupun rambut. Kafein juga mengandung antioksidan. Mums bisa menstimulasi aliran darah dengan memijat kulit kepala setiap hari. 

 

Vitamin yang mengandung biotin, zinc, dan za besi juga bisa membantu rambut tumbuh kembali lebih cepat. Untuk lebih jelasnya, Mums bisa konsultasi dengan dokter. 

 

Baca juga: Nagita Slavina Lupa Bikin Akta Kelahiran Rayyanza, Jangan Panik, Sekarang Bisa Buat Online!
 

Sumber:

Very Well Family. What to Know About Postpartum Hair Loss. November 2021.
Trüeb RM. Nutritional disorders of the hair and their management. Nutrition for Healthy Hair. Published online 2020.



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.