Menu
Informasi tentang Kesehatan

Sedang Promil, Yuk Kenalan Dulu dengan Istilah- Istilah dalam Kehamilan

  • Bagikan

Kehamilan menjadi salah satu momen istimewa bagi pasangan suami istri (pasutri). Berbagai persiapan akan dilakukan oleh pasutri selama kehamilan. Salah satunya berburu informasi dan pengetahuan seputar kehamilan. Saat berkonsultasi dengan dokter, Mums dan Dads mungkin akan menemukan istilah-istilah yang masih asing didengar.

Istilah- Istilah dalam Kehamilan

Berikut istilah-istilah yang sering ditemukan tentang kehamilan yang Mums Dads perlu pahami :

1. Test Pack

Test Pack adalah alat tes kehamilan yang praktis digunakan. Alat ini bekerja dengan mendeteksi keberadaan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urin (air seni) wanita. Untuk mendapatkan hasil tes yang akurat, sebaiknya tunggu sampai Mums terlambat haid selama 1-2 minggu. Saat ini ada beberapa tipe test pack : bentuk strip, digital, test pack dengan wadah urin, dan test pack USB.

Baca juga: Cukupkah Cek Kehamilan Hanya Pakai Test Pack?

2. hCG

Human Chorionic Gonadotropin adalah kepanjangan dari hCG, merupakan hormon yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan. Adanya hormon hCG pada urin dan darah merupakan salah satu tanda kehamilan yang cukup akurat. Tugas dari hormon hCG adalah memberi instruksi ke tubuh untuk menghasilkan hormon progesteron yang dapat mencegah munculnya menstruasi. Hal ini penting guna menjaga perkembangan janin di dalam rahim.

3. Embrio dan Janin

Embrio merupakan bakal janin yang berasal dari sel telur yang telah dibuahi oleh sperma dengan usia sampai minggu kedelapan kehamilan. Janin adalah calon bayi yang tersembunyi di dalam rahim ibu dan sedang dalam proses tumbuh hingga kelahiran. Janin dalam istilah medis disebut juga fetus. Disebut janin saat embrio berusia 8 minggu (2 bulan). Pada tahap janin, kelopak mata dan hidung mulai terbentuk.

4. HPHT

Saat berkonsultasi ke bidan atau dokter kandungan di awal kehamilan, Mums sering ditanyakan “Kapan HPHT?” HPHT adalah singkatan dari Hari Pertama Haid Terakhir. HPHT dapat digunakan untuk menentukan usia kehamilan yang terhitung dari awal pembuahan hingga bayi dilahirkan. HPHT menggunakan asumsi bahwa pembuahan terjadi pada hari ke-14 dalam masa siklus haid. Mums bisa menggunakan rumus Naegele untuk menghitungnya. Perlu diingat rumus ini hanya berlaku untuk Mums yang siklus haidnya teratur 28-30 hari.

Baca juga: Mums, Begini Cara Menghitung Usia Kehamilan

5. Trimester

Pada umumnya, kehamilan berlangsung selama 40 minggu. Periode 40 minggu itu dibagi menjadi 3 (tiga) periode, hal inilah dikenal sebagai Trimester. Tiap Trimester berlangsung 12-14 minggu atau sekitar 3 bulan. Trimester ini digunakan untuk evaluasi perkembangan janin Mums.

6. Plasenta

Plasenta atau dikenal juga dengan istilah ari-ari adalah lapisan berbentuk bulat cakram yang menempel pada rahim selama bayi dalam kandungan. Plasenta menghubungkan Moms dan calon bayi melalui tali pusar untuk mentransfer okisgen dan nutrisi makanan. Saat persalinan, plasenta yang normal akan keluar 30 menit setelah bayi lahir.

7. Ketuban

Air ketuban atau cairan amnion adalah cairan pelindung bagi janin yang berada di dalam kantung ketuban rahim selama masa kehamilan. Air ketuban diproduksi setelah terbentuk kantung ketuban yaitu sekitar 12 hari setelah pembuahan. Volume air ketuban yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat membahayakan kehamilan.

8. Morning Sickness

Morning sickness adaah mual dan muntah yang terjadi saat hamil. Sebagian besar dialami ibu hamil di Trimester 1, diduga karena perubahan hormon. Walaupun disebut morning, mual muntah bisa terjadi kapan saja, baik siang, sore ataupun malam hari. Jika mual dan muntah yang dialami berlebihan, dikenal dengan istilah Hiperemesis gravidarum. Kondisi ini perlu penanganan intensif karena ibu rentan mengalami dehidrasi dan penurunan berat badan yang drastis.

Baca juga: 7 Tips Meningkatkan Nafsu Makan Ibu Hamil yang Mual Muntah

9. Kontraksi

Kontraksi rata-rata dialami oleh ibu hamil di mana perut terasa keras dan mengencang. Ada beberapa jenis kontraksi yang dapat dialami oleh ibu hamil antara lain Kontraksi dini di mana dialami di Trimester 1 penanda tubuh masih sedang dalam proses penyesuaian dengan berbagai perubahan, Kontraksi palsu atau Braxton Hicks di mana sering terjadi pada kehamilan yang memasuki usia 32-34 minggu, berlangsung selama 30 menit sekali dengan durasi sekitar 30 detik, dan kontraksi persalinan yang sesungguhnya di mana biasanya berlangsung 3 kali dalam 10 menit dengan durasi 20 sampai 40 detik.

10. USG

Pemeriksaan USG (Ultrasonografi) kehamilan adalah tes menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memperoleh gambaran kondisi janin, plasenta dan organ reproduksi Moms. USG pertama kali sebaiknya dilakukan saat kehamilan memasuki usia 7 minggu. Ibu hamil sebaiknya melakukan USG minimal 3 (tiga) kali selama masa kehamilan”

11. Pre-eklampsia

Pre-eklampsia adalah gangguan dalam kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Gangguan preeklampsia yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin, termasuk peredaran darah plasenta.

Baca juga: Preeklampsia tidak Selalu Terjadi di Akhir Kehamilan, Waspada Gejalanya!

Referensi

1. Pregnancy Glossary. 2020. https://www.webmd.com

2. Pregnancy Medical Terms to Know. https://americanpregnancy.org

3. A to Z of medical terms. https://www.rcog.org.uk

Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.