Menu
Informasi tentang Kesehatan

Sonohisterografi, USG Rahim yang Penting Jika Tak Kunjung Hamil

  • Bagikan

Jika segala usaha promil alami sudah dilakukan namun tak kunjung hamil, pemeriksaan organ reproduksi yang lebih mendalam memang dianjurkan untuk dilakukan. Seperti sonohisterografi, atau biasa disebut USG rahim. Seperti apa itu?

 

 

Yuk, Kenalan dengan Sonohisterografi

Sonohisterografi (SHG) adalah USG khusus rahim dan saluran tuba untuk menentukan dugaan kelainan di dalam rahim (intrauterin). Dokter biasanya akan menginstruksikan untuk menjalani pemeriksaan ini untuk menentukan penyebab sebenarnya dari masalah rahim, seperti perdarahan menstruasi yang tidak normal, kram, infertilitas, atau nyeri panggul. Tes ini juga umum dilakukan sebelum memulai rangkaian prosedur in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung dengan tujuan untuk memprediksi kesulitan yang mungkin timbul selama implantasi embrio.

 

SHG termasuk ke dalam jenis ultrasonografi (USG) transvaginal yang bersifat non-invasif, atau tidak menyakitkan. Prosedur pemeriksaannya adalah memasukkan air garam ke dalam rongga rahim. Selama sonohisterografi, Mums akan terjaga dan berbaring dengan lutut ditekuk.

 

Pemeriksaan ini tidak menggunakan radiasi dan merupakan prosedur yang tidak menyakitkan. Sama seperti USG pada umumnya, SHG menggunakan gelombang suara yang membuat gambar real-time dari bagian dalam rahim di komputer.

 

Selama pemeriksaan SHG, tabung tipis yang disebut kateter, dimasukkan secara perlahan ke dalam leher rahim (serviks). Kemudian, larutan garam secara perlahan dimasukkan ke dalam rongga rahim melalui kateter. Larutan garam ini berfungsi meregangkan rahim sehingga dinding rahim menjauh satu sama lain. Peregangan rahim inilah yang akan memudahkan tongkat USG transvaginal untuk mengevaluasi kondisi rahim secara tepat. Selain itu, jalur cairan melalui saluran telur (tuba falopi) memberikan rincian jika terdeteksi kelainan.

 

Kemudian, tongkat panjang dan ramping (transduser) dimasukkan ke dalam vagina. Transduser ini memancarkan gelombang suara yang memantulkan kembali gema. Transduser merekam gema ini dan mengirimkannya ke layar komputer, di mana gambar real-time bagian dalam rahim ditampilkan.

 

Baca juga: Adakah Efek Samping Minum Suplemen Asam Folat saat Promil?

 

 

Mengapa Sonohisterografi Dibutuhkan?

Karena SHG dapat melihat dengan detail kondisi rahim, pemeriksaan ini dapat membantu dokter dalam berbagai kondisi, antara lain:

  • Mengevaluasi kelainan uterus, seperti adhesi uterus (jaringan parut). 
  • Memeriksa apakah ada masalah pada jaringan di dalam rahim (endometrium).
  • Memeriksa banyak gangguan lain, seperti nyeri atau tekanan panggul yang tidak normal, bentuk atau ukuran rahim yang tidak teratur, dan keguguran berulang.
  • Memberikan gambaran tentang rongga endometrium. Dari hasil pemeriksaan, memungkinkan dokter untuk mengevaluasi ketebalan lapisan endometrium dan segala penyimpangan yang dapat mengganggu kehamilan. Hasil dari pemeriksaan ini sangat berguna bagi wanita dengan gangguan kesuburan.
  • Mendeteksi miomrahim, polip rahim, atau kanker.

 

Baca juga: Apakah Gangguan Makan Menyebabkan Infertilitas?

 

Amankah Sonohisterografi?

Sonohisterografi termasuk prosedur yang sangat aman dengan kemungkinan komplikasi dan risiko yang jarang. Beberapa wanita mungkin merasakan sedikit ketidaknyamanan selama proses, namun akan dapat hilang dengan cepat setelah tes. 

 

Faktor-faktor tertentu dapat membuat SHG tidak nyaman, seperti:

  • Jika Mums merasa cemas atau stres akan menjalani SHG.
  • Jika leher rahim sempit atau posisi rahim tidak normal. Hal ini menyulitkan penempatan kateter dan dapat menyebabkan rasa sakit.
  • Jika ada saluran tuba yang tersumbat, sehingga cairan tidak dapat keluar sebagaimana mestinya.

 

Pada beberapa wanita, SHG terkadang dapat menyebabkan nyeri ringan, bercak, atau perdarahan, tetapi itu akan sembuh dalam satu atau dua hari. Karena itu, sonohisterografi tidak dianjurkan untuk dilakukan selama masa menstruasi. Selain itu, ibu hamil dan wanita dengan infeksi panggul atau vagina yang masih aktif, tidak boleh menjalani prosedur ini. Secara keseluruhan, prosedur ini sangat bermanfaat dan dapat memberikan gambaran kondisi rahim yang lebih baik dibanding USG transvaginal. (IS)

 

Baca juga: Perbedaan Kista vs Miom pada Rahim & Dampaknya untuk Kesuburan

 

 

Referensi:

FirstCry Parenting. Sonohysterogram

Cleveland Clinic. Sonohysterogram

Hopkins Medicine. Sonohysterography

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.