Menu
Informasi tentang Kesehatan

Tips Agar Anak Aman Bermain di Playground

  • Bagikan

Playground atau taman bermain akhir-akhir ini cukup menjamur keberadaannya. Didesain sebagai tempat khusus untuk anak-anak agar bisa bermain, playground tersedia baik di dalam ruangan (indoor) ataupun di luar ruangan (outdoor). Playground biasanya ada di tempat-tempat keramaian publik dan dapat berbayar atau gratis.

 

Anak-anak tentu senang bermain di playground. Berbagai jenis permainan tersedia di playground dan membuat anak bebas bereksplorasi. Hal ini tentunya juga dapat memberi keuntungan bagi perkembangan motorik anak.

 

Sebagai orang tua, saya cukup rutin membawa anak saya bermain di playground. Namun perlu diperhatiakn bahwa membawa anak bermain di playground membutuhkan perhatian khusus agar anak senantiasa aman selama bermain.

 

Baca juga: Bebaskan si Kecil dari Gadget, Perbanyak Waktu Bermain
 

Agar Anak Aman Bermain di Playgorund

Ini dia beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan oleh Mums and Dads saat membawa anak bermain di playground!

 

1. Patuhi restriksi usia yang ditetapkan pengelola playground

Setiap playground biasanya memiliki batas usia anak yang diperbolehkan untuk bermain di tempat tersebut. Hal tersebut biasanya disesuaikan dengan jenis permainan yang ada di dalam playground.

 

Sebaiknya orang tua mematuhi hal ini demi keamanan anak. Meskipun anak akan dipegangi terus, tidaklah tepat misalnya membawa anak yang masih bayi dan belum bisa berjalan sendiri untuk bermain di playground yang didesain untuk usia 2 tahun ke atas. Anak yang masih kecil beresiko jatuh karena pergerakan anak-anak lain yang lebih besar.

 

2. Patuhi peraturan yang ditetapkan pengelola playground

Selain mengenai restriksi usia, pengelola playground juga biasanya memiliki peraturan-peraturan lain. Misalnya, kebanyakan playground indoor mewajibkan penggunaan kaos kaki baik bagi anak yang bermain ataupun pendampingnya. Aturan lain yang sering diterapkan adalah larangan makan dan minum di area playground.

 

Peraturan ini dibuat tentu ada manfaatnya, yaitu agar area playground tidak kotor dan dengan demikian aman bagi anak lain yang sedang bermain. Jadi, sebaiknya orang tua mematuhi peraturan-peraturan tersebut demi kebaikan bersama.

 

Ada baiknya jika ingin mengunjungi sebuah playground tertentu, orang tua melakukan browsing terlebih dahulu mengenai peraturan yang diterapkan playground tersebut. Sehingga orang tua dapat mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan sebelumnya, misalnya membawa kaos kaki.

 

Baca juga: Boleh Enggak Sih Anak Laki-laki Bermain Boneka?

 

3. Pastikan anak tetap berada dalam pengawasan

Untuk anak yang berusia lebih kecil, biasanya pengelola playground mengharuskan anak bermain didampingi oleh orang tua atau pengasuh lain. Namun itu bukan berarti untuk anak yang sudah lebih besar, orang tua membiarkan anak bermain sendirian!

 

Sebaiknya selalu awasi anak, meskipun dari jarak jauh pastikan anak selalu berada dalam jarak pandang kita. Saya pribadi selalu berusaha mengurangi penggunaan gadget atau mengerjakan hal lain yang bisa menyebabkan distraksi saat mengawasi anak bermain di playground.

 

4. Jangan bawa anak yang sedang sakit, terutama sakit menular, bermain di playground

Saya rasa ini adalah common sense yang bertujuan baik untuk anak itu sendiri dan untuk anak lain yang sedang bermain. Membawa anak yang sedang sakit terutama jika sifatnya menular lewat udara atau kontak seperti sakit flu, batuk, cacar, campak, atau penyakit kulit dapat memperlambat penyembuhan anak, karena sistem imunnya sedang lemah.

 

Di lain pihak, anak yang sedang sakit berpotensi besar menularkan penyakitnya kepada anak lain. Bayangkan kita ada di posisi orang tua yang anaknya sehat dan kemudian tertular penyakit dari anak lain yang bermain besar. Tentunya kita tidak mau hal tersebut terjadi, bukan?

 

5. Cuci tangan dan ganti baju setelah selesai bermain

Salah satu ‘kekurangan’ dari membawa anak bermain di playground adalah kemungkinan anak terpapar virus, bakteri, atau kontaminan lain yang ada di playground. Maklum saja, playground menjadi ajang berkumpulnya banyak anak.

 

Dalam beberapa kali kejadian, anak saya sakit setelah bermain di playground. Ia pernah demam, dan sekali waktu pernah juga mengalami reaksi seperti alergi dengan munculnya bentol merah, ruam, dan gatal.

 

Agar anak tetap dapat menikmati bermain tanpa harus khawatir akan penyakit, ada baiknya segera mencuci tangan anak setelah bermain di playground. Atau lebih baik lagi jika anak segera ganti baju setelah bermain di playground. Hal ini untuk mencegah anak terpapar lama dengan kontaminan yang mungkin kontak dengan anak saat bermain di playground.

 

Mums and Dads, itu dia lima tips yang dapat diterapkan agar anak-anak aman dan sehat selama bermain di playground. Pastikan kita sebagai orang tua mematuhi peraturan-peraturan playground, membersihkan anak setelah selesai bermain, dan jangan membawa anak yang sedang sakit menular untuk bermain di area umum seperti playground. Anak senang, orang tua pun senang. Selamat bermain!

 

Baca juga: 3 Ide Bermain untuk Menstimulasi Balita agar Pintar Menulis

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.