Menu
Informasi tentang Kesehatan

Tips Jitu untuk Melahirkan Normal

  • Bagikan

Tak perlu ditanya, semua ibu umumnya ingin bisa bersalin secara normal dan lancar. Nah, agar harapan tersebut dapat terwujud dengan baik, ada 7 tips yang bisa mendukung rencana persalinan normal Mums, lho. Yuk, terus scroll ke bawah untuk mengintip tipsnya.

 

 1. Pertahankan Pola Makan yang Sehat

Selama kehamilan, pola makan cukup gizi dan seimbang tidak hanya penting bagi Mums, tetapi juga untuk pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Nutrisi yang tepat membuat tubuh Mums lebih sehat dan kuat untuk menghadapi persalinan. 

Selain itu, mempertahankan berat badan yang sehat selama kehamilan dapat mengurangi risiko komplikasi kesehatan yang dapat menyebabkan ukuran bayi terlalu besar atau terlalu kecil. Tak hanya itu, kenaikan berat badan berlebihan dapat meningkatkan risiko pre-eklampsia ataupun diabetes gestasional.

Pola makan Mums sebenarnya tak terlalu berubah banyak menjelang persalinan. Ekstra kalori yang diperlukan berkisar antara 200-300 kalori. Prinsip pentingnya adalah:

  • Memperbanyak makan sayur dan buah segar berwarna hijau.
  • Terhidrasi dengan mengasup banyak cairan.
  • Hindari makanan olahan dan makanan berlemak lainnya untuk menjaga berat badan yang sehat, karena penambahan berat badan yang berlebihan dapat mengganggu kemungkinan melahirkan secara normal.

 

 2. Kontrol rutin

Pentingnya kontrol rutin selama kehamilan tidak dapat diremehkan karena dapat mendeteksi dan mencegah komplikasi dini seperti hipertensi dan diabetes kehamilan. Keduanya dapat secara dramatis memengaruhi Mums maupun si Kecil, dan tentunya proses persalinan.

 

Beberapa hal yang akan dokter periksa, terutama di trimester 3 antara lain:

  • Memeriksa berat dan tinggi badan Mums untuk mengetahui berapa banyak kenaikan berat badan.
  • Memeriksa tekanan darah.
  • Pemeriksaan panggul untuk menilai kondisi serviks, apakah terdapat tanda-tanda penipisan atau pelebaran yang mengindikasikan persalinan akan segera terjadi. Dokter juga melakukan pemeriksaan panggul jika ada komplikasi seperti bercak selama kehamilan. Hal ini memungkinkan dokter untuk menilai apakah ada masalah mendasar yang menyebabkan perdarahan atau tidak.
  • Memeriksa urine untuk memastikan tidak ada infeksi tertentu seperti infeksi saluran kemih, mendiagnosis kondisi serius seperti pre-eklampsia (kondisi serius yang memengaruhi tekanan darah dan ginjal), atau kondisi lain seperti diabetes.
  • Pemeriksaan hemoglobin dengan tes darah guna mendeteksi apakah terdapat anemia. Bila Mums mengalami anemia saat proses persalinan dilakukan, berisiko terjadi perdarahan serta persalinan prematur. Anemia juga menyebabkan tubuh Mums lebih sulit melawan infeksi.

 

3. Cukup istirahat

Peristiwa yang menegangkan dan penting seperti persalinan, mungkin membuat Mums khawatir dan sulit tidur. Namun, usahakanlah agar tetap tenang. Dan salah satu cara agar Mums dapat menghadapinya adalah dengan cukup istirahat.

Rutinlah untuk tidur 8-10 jam tidur tanpa gangguan di malam hari. Tidur nyenyak ini sangat penting untuk pertumbuhan bayi yang sehat, serta menjaga pikiran Mums tetap tenang. 

Jumlah tidur yang cukup juga turut memengaruhi persalinan. Kurang tidur selama kehamilan dikaitkan dengan sejumlah komplikasi, termasuk pre-eklampsia, yang secara langsung bisa mengakibatkan kelahiran prematur. 

Demi mendapatkan tidur di malam hari yang berkualitas, hindarilah produk yang mengandung kafein seperti teh atau kopi dua jam sebelum tidur. Selain itu, posisikan bantal lebih tinggi dari kaki untuk membantu Mums tidur lebih nyenyak di tengah kondisi hamil dengan perut besar.

 

Baca juga: Penyebab Kembung Setelah Melahirkan dan Cara Mengatasinya

 

 

4. Berolahraga teratur

Tahukah Mums, bahwa ibu hamil yang bugar cenderung memiliki durasi persalinan yang lebih pendek? 

 

Tak bisa dielakkan, Mums sangat membutuhkan stamina dan kekuatan untuk melewati proses persalinan. Dan cara menyiapkan tubuh untuk momen tersebut adalah dengan berolahraga dan bergerak, sehingga terbentuk daya tahan yang baik.

 

Manfaat olahraga selama kehamilan antara lain dapat membantu otot-otot tubuh untuk bersiap menghadapi nyeri persalinan, sehingga ketika saatnya tiba semuanya siap untuk bekerja maksimal. Selain itu, dapat mengurangi pembengkakan dan penambahan berat badan yang berlebihan selama kehamilan.

 

American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan agar Mums setidaknya berolahraga intensitas sedang sebanyak 150 menit setiap minggu. Mums bisa memilih prenatal yoga, berenang, jalan cepat, dan pilates sebagai pilihan olahraga yang aman. Pastikan Mums berolahraga sesuai kemampuan dan sudah mendapat persetujuan dari dokter, ya.

 

5. Ikuti kelas persiapan melahirkan

Membiasakan diri dengan tahapan persalinan dan mempraktikkan langkah-langkah penting untuk persiapan persalinan, akan membantu mengurangi kecemasan, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri Mums. Semua ini tentu menjadi modal yang baik untuk membuat persalinan lebih mudah.

 

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics & Gynecology (AJOG), berpartisipasi dalam kelas persiapan persalinan dapat mengurangi potensi induksi yang gagal dan operasi caesar yang tidak direncanakan. Hal tersebut ada kaitannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dari kelas ini.

 

Selain itu, Mums dapat mempelajari hal berikut ini dari kelas persiapan persalinan:

  • Teknik bernapas agar rileks dan mengalihkan rasa sakit.
  • Berbagai posisi persalinan yang dapat membantu bayi sejajar dengan panggul Mums, sehingga proses persalinan lancar dan minim rasa sakit. 
  • Tahapan persalinan normal.
  • Perawatan dasar bayi baru lahir dan menyusui,

 

Baca juga: 5 Manfaat Melahirkan secara Normal, Baik bagi Ibu dan Bayi

 

6. Latih otot panggul dengan senam Kegel

Senam Kegel mungkin terlihat mudah dan sepele, namun sebenarnya berdampak besar untuk proses persalinan, lho. Cukup dengan berkontraksi dan melepaskan otot-otot dasar panggul (bayangkan sensasi seperti menahan air seni), dapat memperkuat otot-otot yang akan membantu Mums mengejan selama persalinan. 

 

Enaknya, senam Kegel bisa Mums lakukan dengan mudah dan sambil beraktivitas. Selain itu, melanjutkan Kegel setelah melahirkan membantu memperkuat kembali dan mengencangkan otot-otot yang melonggar akibat proses persalinan.

 

7. Berlatih Teknik Pernapasan

Pasokan oksigen yang cukup sangat penting, terutama saat Mums bersiap untuk bersalin. Maka dari itu, Mums disarankan untuk bernapas panjang dan dalam dengan menggunakan otot perut. Teknik ini memiliki banyak manfaat, seperti membuat Mums merasa lebih rileks, menurunkan detak jantung dan tekanan darah, serta membantu Mums mendapatkan lebih banyak oksigen dari setiap tarikan napas. Dan selama persalinan, ini juga dapat membantu Mums merasa lebih terkendali dan mengatasi rasa sakit kontraksi dengan lebih baik.

 

Yang terpenting, percayalah pada proses. Ketika saatnya untuk mengejan, percayakan kepada dokter atau bidan untuk memberi tahu Mums kapan dan seberapa keras mendorong. Hal ini dapat menghindari kelelahan akibat dorongan yang tidak efektif, serta mencegah terjadinya robekan.

 

Selain ketujuh hal di atas, bekali pula diri Mums dengan kepercayaan diri. Ketika Mums percaya bahwa tubuh dan mental siap, maka Mums akan mampu menikmati setiap detik kedatangan si Kecil sebagai sebuah hal yang membahagiakan. Semangat Mums, semoga persalinannya lancar, ya. (IS)

 

Baca juga: Apakah Berbahaya Jika Bayi Terlilit Tali Pusat?

 

Referensi

What to Expect. Preparing Labor

Healthline. Prep for Labor

Today’s Parent. Labor

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.