Menu
Informasi tentang Kesehatan

Vitamin dan Mineral yang Penting untuk Kehamilan

  • Bagikan

Tak perlu diragukan lagi, kehamilan sehat sangat ditentukan dari asupan nutrisi Mums. Nah, apakah Mums sudah tahu apa saja vitamin dan mineral yang diperlukan selama kehamilan? Yuk, cek infonya!

 

Pentingnya Vitamin dan Mineral untuk Ibu Hamil

Kehamilan tentu momen yang membahagiakan untuk Mums sekaligus menjadi masa pertumbuhan dan perkembangan yang penting untuk si Kecil. Itulah mengapa kebutuhan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral) meningkat secara signifikan.

 

Jika kebutuhan makronutrien dapat dipenuhi sepenuhnya melalui pola makan yang sehat, untuk mencukupi kebutuhan mikronutrien selama kehamilan diperlukan beberapa tambahan suplemen. Di samping itu, mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral sangat penting selama kehamilan pada beberapa kondisi, seperti:

  • Mums dengan status nutrisi kurang dan gizi buruk, yang bisa didiagnosis setelah tes darah.
  • Mengalami mual dan muntah yang parah (hiperemesis gravidarum), sehingga menyebabkan penurunan berat badan dan kekurangan nutrisi.
  • Memilih pola hidup vegan atau memiliki intoleransi dan alergi makanan.
  • Hamil kembar.

 

Kenapa sih vitamin dan mineral penting? Secara garis besar, nutrisi mikro sangat penting demi mencapai hasil kehamilan yang optimal dan mendukung kinerja metabolisme agar pertumbuhan dan fungsi jaringan pada janin berkembang baik. 

 

Dengan demikian, kekurangan nutrisi mikro sangat mungkin memengaruhi kesehatan Mums dan bayi. Beberapa contohnya adalah:

  • Anemia, yang umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi, meningkatkan risiko kematian ibu, kematian janin (perinatal), dan berat badan lahir rendah pada bayi.
  • Kekurangan folat dan yodium diketahui sangat mengganggu perkembangan janin, menyebabkan cacat tabung saraf (Neural Tube Defects), serta peningkatan risiko keterbelakangan mental dan cacat bawaan kretinisme.
  • Kekurangan kalsium selama kehamilan meningkatkan risiko hipertensi, yang merupakan penyebab utama kematian ibu, penyakit (morbiditas), hambatan pertumbuhan janin, dan kelahiran prematur.
  • Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan preeklamsia dan selanjutnya meningkatkan risiko kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat, dan kematian janin. 

 

Tidak hanya berdampak negatif pada Mums dan janin, malnutrisi selama kehamilan juga bermanifestasi melalui efek antargenerasi. Artinya, defisiensi nutrisi secara signifikan berdampak pada status kesehatan serta perkembangan jangka pendek dan jangka panjang si Kecil, yang mencakup pertumbuhan, perkembangan saraf dan kognisi, fungsi kardio-metabolik, paru, dan kekebalan tubuh. Beberapa di antaranya adalah:

  • Status gizi buruk ibu memperpendek kesempatan bayi baru lahir untuk mencapai potensi penuhnya dalam pertumbuhan dan perkembangan dalam jangka pendek.
  • Meningkatkan risiko penyakit kronis dan penyakit lain pada masa remaja dan dewasa.
  • Meningkatkan risiko stunting (gagal tumbuh), yang dampaknya akan terus berlangsung hingga dewasa, seperti menderita penyakit kronis yang berkaitan dengan gizi, rendahnya pencapaian pendidikan, rendahnya pendapatan, hingga berlanjut pada generasi berikutnya. 

 

Baca juga: Tegas atau Keras kepada Anak? Sebenarnya Ada Bedanya, Lho!

 

 

Apa Saja Sih 5 Suplemen Penting Kehamilan?

Tidak ada formula ajaib untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Prinsip pola makan tetap harus dijalankan, yaitu mengasup makanan yang cukup, seimbang, dan bervariasi. Di samping itu, beberapa nutrisi patut mendapat perhatian khusus selama masa kehamilan dengan bantuan suplemen. Nah, 5 suplemen yang penting diasup oleh Mums antara lain:

 

1. Asam folat

Kebutuhan asam folat meningkat selama kehamilan karena sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kekurangan asam folat dikaitkan dengan kelainan pada ibu (anemia, neuropati perifer) dan janin (kelainan kongenital), seperti spina bifida, langit-langit mulut sumbing, dan cacat jantung.

 

Maka dari itu, Mums direkomendasikan untuk mengonsumsi setidaknya 400 mikrogram (mcg) asam folat per hari 2-3 bulan sebelum hamil, selama kehamilan, hingga di masa menyusui. Kenapa dianjurkan juga dikonsumsi sebelum hamil? Karena sangat banyak kehamilan terjadi tanpa direncanakan dan cacat bawaan pada janin dapat terjadi akibat kekurangan folat yang terjadi di masa kehamilan. Sementara, kebanyakan ibu belum mengetahui bahwa dirinya hamil di awal-awal trimester.

 

Penting diketahui, sulit untuk memenuhi jumlah asam folat yang direkomendasikan untuk kehamilan sehat jika hanya dipenuhi dari makanan saja. Oleh karena itu, jangan sampai Mums tidak mengonsumsi suplemen asam folat selama kehamilan, ya.

 

2. Zat besi

Kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan selama kehamilan karena volume darah ibu hamil meningkat sekitar 45%. Zat besi ini sangat penting untuk transportasi oksigen serta menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi beserta organ plasenta.

 

Ironisnya, anemia defisiensi besi sangat banyak dialami oleh ibu hamil di Indonesia. Saat ibu hamil mengalami anemia, maka bayi yang dilahirkan juga berisiko mengalami anemia. Jika hal ini dibiarkan, dapat menjadi awal mula terjadi stunting.

 

Risiko anemia defisiensi besi selama kehamilan antara lain:

  • Depresi pasca melahirkan.
  • Penurunan fungsi tulang.
  • Berat badan lahir rendah pada bayi.
  • Persalinan prematur.

 

Asupan zat besi yang direkomendasikan adalah sebesar 27 mg per hari. Jumlah ini dapat Mums penuhi melalui sebagian besar vitamin prenatal yang diresepkan oleh dokter. Namun, jika Mums mengalami kekurangan zat besi atau anemia, dokter akan meresepkan suplemen zat besi dengan dosis lebih tinggi.

 

Baca juga: Mums, Ini Penyebab Nyeri Sendi Setelah Melahirkan!

 

3. DHA

Docosahexaenoic acid (DHA) adalah asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam setiap sel dalam tubuh. Karena tubuh tidak dapat membuat DHA dalam jumlah yang signifikan, maka sumber makanan atau DHA tambahan sering direkomendasikan selama kehamilan.

 

Manfaat DHA selama kehamilan sangat penting. Untuk ibu hamil, kecukupan DHA memberikan manfaat antara lain:

  • Mencegah persalinan prematur.
  • Menjaga mood Mums selama periode postpartum, yang mana ini ada kaitannya dengan risiko baby blues serta depresi pasca melahirkan yang sering terjadi.

 

Sementara untuk bayi, manfaat DHA yaitu:

  • Memastikan berat badan lahir yang sehat.
  • Menunjang pengembangan otak, mata, dan sistem saraf.

 

Mums disarankan untuk mengonsumsi sekurangnya 200 mg DHA sebelum, selama, dan setelah kehamilan.

 

4. Kalsium

Tahukah Mums, bahwa kehamilan dan menyusui merupakan periode Mums membutuhkan kalsium yang tinggi? Inilah yang membuat Mums membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium per hari. 

 

Potensi konsekuensi negatif dari kekurangan asupan kalsium selama kehamilan sangat serius, seperti:

  • Memengaruhi metabolisme tulang, yang mengakibatkan Mums menjadi lebih rentan terhadap osteoporosis.
  • Menyebabkan gangguan hipertensi yang terkait dengan komplikasi preeklamsia dan eklampsia.
  • Memengaruhi pertumbuhan janin, mencakup perkembangan otot, jantung, dan saraf.

 

Perlu diketahui, sebagian besar vitamin prenatal tidak mengandung dosis kalsium yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian yang direkomendasikan. Maka dari itu, jangan lupa untuk menanyakan suplemen kalsium kepada dokter atau bidan saat periksa kehamilan rutin, ya.

 

5. Vitamin D

Bukti terbaru menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D umum terjadi selama kehamilan, terutama pada kelompok berisiko tinggi. Mereka adalah vegetarian dan wanita dengan paparan sinar matahari terbatas, misal menggunakan hijab dan pakaian panjang ketika beraktivitas di luar rumah.

 

Di sinilah dibutuhkan suplementasi vitamin D selama kehamilan, yang memberikan manfaat antara lain:

  • Menurunkan risiko terjadinya komplikasi preeklamsia dan diabetes gestasional.
  • Menjauhkan si Kecil dari risiko berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur. 

 

Vitamin D diproduksi oleh tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari pagi serta bisa didapatkan dari ikan, telur, dan produk olahan susu. Namun, semua ini belum bisa dipastikan mencukupi kebutuhan Mums dan bayi selama kehamilan. Jadi, diperlukan suplementasi Vitamin D sebanyak 10 mcg (400 IU) per harinya.

 

Melengkapi kebutuhan nutrisi dengan suplemen memang dibutuhkan. Namun, jangan lupa, Mums tetap penting menjalankan pola makan cukup gizi dan seimbang, lalu diimbangi dengan gaya hidup yang sehat, seperti cukup berolahraga, cukup tidur, dan rutin memeriksakan kehamilan, ya. (AS)

 

Baca juga: Bayi Keracunan Air Ketuban, Kok Bisa?

 

Referensi

NCBI. Vitamins & Minerals

March of Dimes. Nutrients in Pregnancy

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.