Menu
Informasi tentang Kesehatan

Waktu Konsultasi dengan Konselor Laktasi

  • Bagikan

Tahukah Mums, WHO merekomendasikan agar setiap ibu hamil mempelajari tentang ASI dengan konselor laktasi hingga anak berusia dua tahun atau lebih? Ternyata, untuk memastikan proses menyusui lancar, penting konsultasi dengan konselor laktasi.

 

Lalu, kapan saja waktu tepat untuk melakukan konsultasi dengan konselor laktasi? Hal ini dijelaskan oleh dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI yang merupakan dokter spesialis anak dan konselor laktasi dari RS Pondok Indah di acara ulang tahun ke-17 Mothercare pada Senin, 1 Agustus 2022. 

 

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Produksi ASI yang Berlebihan atau Hiperlaktasi
 

Rekomendasi 7 Waktu Konsultasi dengan Konselor Laktasi

Berikut rangkaian waktu yang direkomendasikan untuk melakukan konsultasi dengan konselor laktasi:

 

1. Trimester Kedua

Waktu pertama untuk konsultasi dengan konselor laktasi disarankan di trimester kedua. Pasalnya, hal ini untuk mengantisipasi jika Mums melahirkan secara prematur. Jadi, untuk mencegah kepanikan setelah melahirkan secara prematur, Mums disarankan sudah sekali atau dua kali konsultasi dengan konselor laktasi sebelumnya. 

 

Pada umumnya, pada konsultasi pertama dengan konselor laktasi ini Mums akan mempelajari hal-hal dasar seperti dukungan, posisi perekatan, kebutuhan, hingga perbedaan ASI dan susu formula.

 

2. Trimester Ketiga

Konsultasi kedua dilakukan ketika sudah memasuki trimester ketiga. Pada konsultasi kedua ini, biasanya Mums aka mempelajari tentang hal-hal yang perlu dilakukan jika terjadi masalah saat menyusui. Masalah-masalah yang dimaksud bisa beragam, mulai dari masitis hingga bayi menangis.

 

3. Saat Bayi Lahir

Kemudian, konsultasi ketiga dengan konselor laktasi dilakukan saat Mums barus melahirkan. Konsultasi ini juga disebut dengan inisiasi menyusu dini (IMD). Mums nanti akan dibantu dengan tenaga kesehatan untuk memberikan ASI sedini mungkin pada si Kecil.

 

Baca juga: Mums, Begini Cara Tepat Menghangatkan MPASI agar Kualitasnya Tetap Terjaga
 

4. Masa Pemulihan pasca Melahirkan

Konsultasi keempat dengan konselor laktasi dilakukan di masa pemulihan pasca melahirkan, saat Mums masih dirawat di fasilitas kesehatan. Pada konsultasi keempat ini Mums akan memahami lebih jauh tentang praktik menyusui dan bagaimana si Kecil menerima ASI.

 

5. Kontrol Pertama Bayi Pasca Melahirkan

Konsultasi selanjutnya dilakukan ketika Mums kontrol pertama bayi ke fasilitas kesehatan. Biasanya pada konsultasi tahap ini, Mums akan ditanya oleh konselor laktasi tentang bagaimana perkembangan proses menyusui, dukungan yang Mums terima, cara memerah ASI, hingga belajar tentang cara merawat bayi baru lahir.

 

6. Bayi Usia 1 Bulan

Kemudian, konsultasi keenam dengan konselor laktasi dilakukan ketika si Kecil sudah berusia 1 bulan. Konselor laktasi akan memantau perkembangan si Kecil, mulai dari perkembangan imunisasi, berat badan, hingga terkait masalah-masalah yang dialami, jika ada. 

 

7. Bayi Usia 2-3 bulan

Konsultasi terakhir dengan konselor laktasi penting, khususnya jika Mums bekerja. Biasanya pada konsultasi ini, Mums yang bekerja akan ditanya kesiapannya menjelang akhir cuti, bagaimana cara memerah dan menyimpan ASI, hingga bagaimana cara memberikan ASI perah saat Mums tidak ada di rumah.

 

Baca juga: Pilih USG 2D, 3D, atau 4D? Masing-masing Ada Fungsinya Lho!

 

 

Sumber:

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Manajemen Laktasi. Februari 2013.
Data Dent. Breastfeeding counseling: The need for actionable data. Maret 2019.
WHO-UNICEF. Breastfeeding counselling: a training course. 1993.
WHO. Guideline: counselling of women to improve breastfeeding practices. 2018.
Kavle JA, LaCroix E, Dau H, Engmann C. Addressing barriers to exclusive breast-feeding in low- and middle-income countries: a systematic review and programmatic implications. Public Health Nutrition. 2017;20(17):3120–3134. doi:10.1017/S1368980017002531
Bhutta ZA, Ahmed T, Black RE, Cousens S, Dewey K, Giugliani E. et al., for the Maternal and Child Undernutrition Group. What works? Interventions for maternal and child undernutrition and survival. Lancet. 2008



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.