Menu
Informasi tentang Kesehatan

Yuk, Ikuti Cara Menghitung Gerakan Janin yang Benar

  • Bagikan

Ini dia nih, yang ditunggu-tunggu oleh semua ibu hamil: gerakan janin! Rasanya seneng banget ya, merasakan kehidupan dari dalam perut Mums. Namun bukan hanya menyenangkan, gerakan janin juga perlu dipantau rutin karena menunjukkan kondisi janin, lho. Mums sudah tahu cara menghitungnya? Jika belum, scroll terus infonya, ya!

 

Menghitung Gerakan Janin Itu Penting!

Setiap harinya, janin di dalam rahim Mums bertumbuh dan berkembang. Seiring dengan itu, kemampuannya pun bertambah bagaikan seorang manusia kecil yang sedang belajar, hingga akhirnya Mums bisa merasakan keberadaannya.

 

Pada kehamilan pertama, umumnya Mums baru bisa merasakan gerakan janin di usia kehamilan 18-20 minggu. Sementara pada kehamilan kedua, gerakan janin bisa dirasakan lebih awal di usia kehamilan 13-16 minggu. Secara keseluruhan, pada 24 minggu hampir semua ibu hamil akan merasakan gerakan bayi dengan cara yang dapat diprediksi. 

 

Gerakan janin pertama yang dirasakan calon ibu dinamakan disebut quickening. Salah satu fungsi dari gerakan ini adalah untuk mengingatkan Mums bahwa memiliki janin yang tumbuh di dalam rahim. Ini disebut sebagai tanda dugaan kehamilan karena gerakan lain dari tubuh dapat meniru gerakan awal janin, seperti gas, gerakan otot-otot lambung dan usus (peristaltik), dan kontraksi otot perut. 

 

Sebenarnya kenapa sih, gerakan janin penting untuk dikenali dan dihitung? Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa gerakan janin memberikan gambaran penting kesehatan janin. Dari wanita yang merasakan penurunan gerakan janin, 25% di antaranya memiliki hasil perinatal yang buruk, dan lebih dari setengah kematian janin di dalam kandungan didahului oleh penurunan gerakan janin.

 

Di samping itu, bayi yang sehat dan tumbuh akan sering bergerak. Mums boleh saja tidak menyadarinya ketika sedang sibuk, tetapi harus dapat merasakan gerakan bayi di lain waktu. Dengan rutin menghitung, dapat membantu Mums mengetahui kapan aktivitas bayi terhitung normal. Ini juga dapat membantu Mums mengetahui kapan harus menghubungi dokter atau bidan untuk menindaklanjuti jika gerakan janin di luar kebiasaan.

 

Itulah kenapa, setiap ibu hamil harus mempelajari pola normal dan jumlah gerakan untuk bayinya sendiri. Perubahan pola atau jumlah gerakan janin yang normal dapat berarti bayi mengalami stres. Dan perlu diingat, gerakan janin harus selalu ada bahkan menjelang proses persalinan.

 

Baca juga: Penyebab Feses Berdarah Selama Hamil

 

Yuk, Hitung Gerakan Janin!

Setiap bayi akan memiliki waktu tertentu kapan ia lebih aktif dan kurang aktif. Nah, ada beberapa poin yang perlu Mums ketahui terkait gerakan janin, antara lain:

1. Banyak dokter dan bidan merekomendasikan ibu hamil untuk mulai menghitung gerakan janin secara rutin minggu ke-28.

2. Ibu hamil dengan faktor risiko (misalnya: tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, obesitas, dan lain-lain) atau komplikasi sangat dianjurkan untuk selalu menghitung gerakan janin mulai 26 minggu sampai waktu persalinan.

3. Kebanyakan bayi cenderung lebih aktif di malam hari, yang dimulai sejak trimester kedua.

4. Selain itu, bayi cenderung lebih aktif sekitar satu jam setelah Mums makan. Hal ini karena adanya peningkatan gula (glukosa) dalam darah.

 

Baca juga: Perut Batita Buncit, Berbahayakah?

 

Nah, sekarang mulai berhitung gerakan janin, yuk! Ada berbagai metode untuk menghitung gerakan janin. Namun, ada satu metode penghitungan yang umum dan mudah Mums ikuti. Langkahnya adalah:

1. Pilih waktu yang tepat untuk menghitung, yaitu pada saat bayi cenderung aktif. Cobalah untuk menghitung pada waktu yang sama setiap hari. Ini akan membantu Mums memahami pola aktivitas bayi.

2. Setiap hari pada waktu yang dipilih, berbaring miring atau duduk di kursi yang nyaman. 

3. Hitung setiap putaran, kibasan, desiran, tendangan, dan sikutan yang Mums rasakan.

4. Lanjutkan menghitung sampai Mums merasakan 10 gerakan, kecuali cegukan, kurang lebih dalam satu jam.

 

Perlu diketahui, pola gerakan bayi bervariasi, tetapi cenderung konsisten untuk setiap bayi. Maka, waspadalah jika ada perubahan tingkat aktivitas bayi, terutama pada trimester ketiga. Jika Mums tidak merasakan 10 gerakan dalam 1 jam, segera ke rumah sakit tanpa menunda-nunda. Tenaga medis nantinya akan mengevaluasi status kesehatan Mums dan bayi. 

 

Pada awalnya mungkin akan sulit untuk membedakan antara gerakan janin dan pergerakan perut biasa. Namun setelah beberapa saat, Mums pasti akan bisa merasakan pola gerakan janin. Selamat mencoba! (IS)

 

Baca juga: Bolehkah Menurunkan Berat Badan saat Hamil?

 

 

Referensi:

Intermountain Healthcare. Fetal Movement

Stanford. Fetal Movement

NCBI. Fetal Movement



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.